Showing posts with label TAUHID. Show all posts
Showing posts with label TAUHID. Show all posts

Hakikat Tujuan Hidup Manusia (part 2)

Hidup untuk Maha Hidup
Hidup di dunia bukan hanya untuk hidup semata, menjalani kehidupan, menikmati kesenangan, meratapi kesedihan dan sebagainya. Akan tetapi Hidup di dunia untuk Maha Hidup, menuju kesempurnaan.
Kebanyakan Manusia memaknai Hidup untuk memenuhi kehidupan, mencari isi perut, mati dan selesai. Tanpa mereka menyadari atau mengingat akan tujuan Hidup yang sebenarnya.
Memang benar, hidup di dunia memerlukan kebutuhan untuk keberlangsungan lahiriah. Namun hal itu, bukan tujuan pokok dari Hidup ini. Tujuan Hidup Manusia adalah Menuju "Sang Maha Hidup".
Ketika seseorang telah mencapai tujuan hidup sebenarnya berarti dia telah mencapai pada Kesempurnaan Hidup.
Marilah kawan, kita kembali untuk mengingat dan menyadari akan tujuan hidup sebenarnya. 

Hakikat Tujuan Hidup Manusia


Tujuan hidup manusia hakikatnya adalah untuk kembali kepada Sang Maha Khalik.
Sebagaimana perjanjian awal manusia di alam ruh. Bahwa manusia telah berjanji untuk tetap meng-Esa-kan Alloh Swt. Perjanjian ini telah tercantum dalam Q.S Al-A'raf : 172 yang artinya :
"Dan (ingatlah), Ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi merea dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) :"Bukankah Aku ini Tuhanmu ?" Mereka menjawab :"Betul (Engkau Tuhan kami), kami mng enjadi sakti". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan :"Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".
Dalam ayat ini, menjelaskan bahwa manusia telah berjanji untuk tetap berpegah teguh kepada Ke-Esa-an Tuhan Alloh Swt. Namun kenyataannya banyak yang mengingkari dan melupakan akan janji suci ini. Itu disebabkan tiada lain, terlalu besar cintanya terhadap dunia. Sehingga melupakan bahkan menutup dirinya dari perjanjian ini.
Marilah kita sama-sama memperbaiki hidup, dan mengingat kembali akan perjanjian kita sejak di Alam Ruh. 

Manfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin


Jangan menantikan selesainya perintang-perintang untuk lebih mendekat kepada Allah, sebab yang demikian itu akan memutuskan engkau dari kewajiban menunaikan terhadap apa yang Allah telah mendudukkan engkau di dalamnya (sebab yang demikian itu memutuskan kewaspadaanmu terhadap kewajibanmu).
Abdullah bin Umar ra berkata : Jika Engkau berada di waktu senja, maka jangan menunggu tibanya pagi. Demikian pula jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore. Pergunakan kesempatan di waktu muda, sehat, kuat dan kaya untuk menghadapi masa tua, sakit, lemah dan miskin.
Manfaatkan waktu kesempatanmu sebaik mungkin, agar engkau tidak menyesal dikemudian hari/watu yang akan datang. 

Setelah hilang, barulah akan dirasakan kenikmatannya


    Seseorang akan merasakan nikmatnya sehat, manakala dia sakit. nikmatnya kuat, manakala dia lemah. nikmatnya melihat, manakala penglihatannya diambil. nikmatnya mendengar, manakala pendegarannya hilang. nikmatnya menghirup, manakala pernapasannya terganggu. dan semuanya akan dirasakan kenikmatannya manakala telah hilang/diambil oleh-NYA baik bersifat sementara maupun selamanya. Sebagaimana Sabda Rosululloh SAW :
"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5. Masa Hidupmu sebelum datang kematianmu"
(HR. Al Hakim)
Bersyukurlah dan bersegeralah memanfaatkan pemberian-NYA selagi masih ada waktu. 

Muhasabah (Introspeksi) Diri

Manusia Lebih Suka melihat keburukan orang lain
Kita sebagai Manusia cenderung melihat, mengamati, memperhatikan dan menilai sisi keburukan orang lain. Tanpa pernah melihat dan menilai diri kita sendiri. Akhirnya timbul dalam diri rasa keakuan, kesombongan, dan perasaan lebih baik dari orang lain. Mungkin saja menurut Tuhan orang yang dianggap buruk itu lebih mulya dan lebih baik dibanding diri kita. Namun kebanyakan kita lupa dan tidak mengerti hal itu.
Hilangkan fikiran, persangkaan dan penilaian buruk terhadap orang lain.
Mulailah berbenah diri dengan selalu Muhasabah (Introspeksi) diri.
Manakala dirimu terus Muhasabah diri, Niscaya akan hilang fikiran, persangkaan dan penilaian buruk itu.

Di dalam gerak dan diamnya Makhluk Hidup terdapat Haq-NYA

Gerak dan diamnya Makhluk Hidup
Di dalam hembusan angin, pancaran cahaya matahari, aliran air mengalir, pergeseran/pergerakan tanah, perputaran bumi, dan semua gerak diamnya makhluk hidup terdapat Haq-NYA 
yang mesti kita renungi, tafakuri dan rasakan.
Akan tetapi, tidak semua Manusia memperhatikan akan hal ini. Kebanyakan dari mereka sibuk memikirkan sesuatu yang bisa membuat dirinya merasa puas, nyaman dan bahagia. Mereka lupa kepada Sang Maha Pengatur segalanya. Dan mereka terpesona pada keindahan dunia yang padahal sifatnya sementara/rusak. Jika saja mereka memperhatikan hal ini, 
mereka akan jauh lebih puas, nyaman dan bahagia.
Renungkanlah akan hal ini kawan !!

Sebab, perkara ini sangatlah halus. 

Ketika Tuhan menghendaki seseorang tuk menjadi hina

motiasi dan do'a
Jika Tuhan menghendaki seseorang tuk jadi hina
Setinggi apapun Jabatannya, Sebanyak apapun hartanya, sehebat apapun orangnya.
Ketika Tuhan menghendakinya untuk menjadi orang yang hina. Maka hinalah dia. Nau'dzubillahi min dzalika. Sehingga Jabatannya, hartanya dan ilmunya tak akan lagi berguna untuk memulyakannya. Waspadalah dan mintalah perlindungan-NYA .

Tanda Matinya Hati

Motivasi dan Do'a

Salah satu tanda hati telah mati yaitu tidak adanya rasa sedih/menyesal ketika tertinggalnya suatu amal kebaikan, serta tidak menyesalnya ketika melakukan suatu perbuatan dosa.

Sabda Rosululloh saw :
"Siapa yang merasa senang oleh amal kebaikannya, dan rasa sedih/menyesal atas perbuatan dosanya, maka ia seorang mu'min (beriman)".

Ketika hati kita seperti ini, maka secara tidak langsung hati kita sudah dikuasai oleh Iblis. 

Jadilah Layaknya Lampu Pijar

menerangi alam sekitar

"Sebaik-baiknya Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (H.R. Ahmad Thabrani)

Yang paling baik dan utama dalam menjalani kehidupan di alam fana ini adalah menjadi Manusia yang bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Yakinkan dalam diri, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan. Terlebih jika kita bisa melakukan sesuatu bagi kepentingan orang banyak. Meskipun secara hawa nafsu, hal itu tidak memberikan keuntungan bagi kepentinganmu. "DIA" pasti akan membalasnya sesuai dengan kebutuhanmu.
Belajarlah untuk Ikhlas dan rela melakukan sesuatu bagi kepentingan orang banyak tanpa diiringi pamrih. Sebab upah/balasan selalu menyertai perbuatan yang kita lakukan.

Kondisi sulit adalah panggilan-NYA


Setiap Manusia pasti pernah merasakan kondisi
dimana dia merasa kesulitan, keterpurukan, kebimbangan 
ataupun perasaan yang tidak meng-enakan hati lainnya.
Hal tersebut sudah menjadi hukum alam (Sunatulloh), 
Sebab Manusia sebagai salah satu Ciptaan-NYA.
Serta sebagai pertanda akan ke-Maha Kuasaan Alloh.
Hanya DIA yang tak pernah berubah baik wujud-NYA, Sifat-NYA, Asma-NYA maupun Af'al-NYA.
Disaat Manusia sedang merasakan keterpurukan atau kesulitan,
Sejatinya DIA sedang memperhatikan, mengasihi dan memanggilnya untuk kembali pada-NYA.
Dan agar Manusia menyadari akan sifat kehambaan dan kelemahan dirinya.
Bersyukurlah,,
Jika Manusia diberi kondisi seperti itu, berarti DIA peduli terhadap dirinya.

Disetiap Sesuatu terdapat Dzat-NYA yang Maha Indah dan Sempurna

Dalam Indahnya Penglihatan Mata,
Merdunya Suara yang di dengar,
Segarnya oksigen yang dihirup,
Harumnya wewangian yang dicium,
Sedapnya Masakan yang dimakan,
Lembutnya permukaan yang diraba,
Terdapat Haq-NYA yang Maha Indah dan Sempurna.
Allohhh...........

Sang Maha Tasbih

Bersama heningnya malam, ku pilin biji2 tasbih. Lidah pun mengiringi perputarannya dgn mengucapkan kalimah 'TASBIH'. Begitupun dgn penglihatan mata, pendengaran telinga, hembusan nafas semuanya tertuju pada 'Sang Maha Tasbih'. Jiwa pun men-TASBIH-Kan segala angan2, ingatan, noda2 kemusyrikan,ketakaburan dan sgl kotoran2 hati. Maka SIRR pun dgn mudah melesat ke puncak terakhir, ke HADROH QUDSIYAH-NYA.

Kebahagiaan sejati tak terbatas ruang dan waktu

"Dimana Wa ? Kita ke Pak Deden ngasihin fotokopian prososal", begitu ajakan temannya si Uwa melalui sms. "Di rumah. ayo, sekalian ke Pak Sandi", balas Si Uwa demikian.
Si Uwa pun pergi nyamper temennya itu, Kemed nama panggilannya, nama aslinya mah gak jauh beda Andry, kalo pake logat inggris dibaca Endray. Kebiasaan anak muda manggil nama-nama temennya suka pake nama samaran/panggilan yang pasti memiliki sejarah kenapa bisa dipanggil demikian.
Awalnya nama Kemed ketika mondok di salah satu Pondok Pesantren ternama di daerah Tasikmalaya dikarenakan dia mirip alumnus Pondok tersebut. Nah disitu lah nama Kemed mulai dikenal, sampe temen-temen di tempat tinggal asalnya tahu nama panggilannya.
Begitupun dengan Si Uwa, bukan berarti dia udah tua atau kakak dari ortu Si Kemed tp memang panggilan di sekitar temen-temennya manggil demikian. Awalnya panggilan tersebut dari Sekolah Menengah Atas Si Uwa, karena kebiasaan Si Uwa suka ngeluarin kata-kata "BOA" maka jadi temen2 sekolahnya manggil "Wa" ngambil kata akhirnya aja. Temen-temen di kampung si Uwa tahu kalo panggilan disekolahnya di panggil "Wa". Sangat jauh dengan nama aslinya, feri. Kadang ada sebagian temennya yang manggil "fey", ada juga yang manggil "iveh" kadang kalo orang yang sedang gila suka manggilnya "rooney".. hehehe.. karena wajahnya sedikit mirip pemain sepakbola mencester yunaitid (kalo tulisan yang benernya mah Manchester United).

Insan Kamil

Si hamba menyaksikan bahwa Insan Kamil adalah pertemuan di antara ketuhanan dan kehambaan. Pada Insan Kamil berkumpul pengetahuan tentang Tuhan dan pengetahuan tentang makhluk Tuhan. Insan Kamil mengenal Tuhan dalam aspek tanzih dan tasybih. Insan Kamil memperoleh maklumat Hakikat Muhammad secara lengkap dan sempurna. Insan Kamil yang memiliki ilmu dan makrifat yang sempurna. Insan Kamil yang mempunyai pengenalan yang sempurna tentang Tuhan. Insan Kamil juga mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang apa yang Tuhan sampaikan kepada hamba-hamba-Nya.

Ruh Yang Tidak Bisa Binasa



Ruh yang memikul Amanat itu adalah ruh istimewa manusia (ar-ruhul khassah lil insaan). Yang kami maksudkan dengan amanat adalah penguasaan terhadap janji taklif dalam bentuk keterbukaan terhadap kemungkinan memperoleh pahala dan siksa dengan kepatuhan dan kedurhakaan. Ruh ini tidak pernah mati dan tidak pula binasa, malah justru kekal setelah mati; baik itu dalam kesenangan dan kebahagiaan ataupun dalam Jahannam dan kesengsaraan. Itulah ruh tempat ma’rifat. Pada dasarnya tanah tidak memakan tempatnya iman dan ma’rifat, seperti yang dibeberkan oleh hadis dan disaksikan oleh kesaksian-kesaksian kontemplasi. Ajaran agama melarang meneliti sifat dan karakteristik ruh tersebut, sebab yang bisa menjangkaunya hanyalah orang-orang yang mendalam ilmunya (arrasyikhuna fil-ilmi).

Diri Sejati (bagian 2)

            Melanjutkan bahasan mengenai diri sejati,,,,
Insya Allah saya akan jelaskan sedikit menurut pendapat/pengetahuan yang saya miliki...
Bismillah....
Apa itu diri sejati ??
sekilas kita pun pasti akan penasaran dengan kata tersebut...

Diri Sejati (Episode 1)

Bismillah.....
Di pagi hari ini, tepatnya di hari selasa tanggal 24/05/2011, seperti biasa aktifitas saya diawali dengan membereskan dan merapikan tempat kerja....
Di episode kali ini saya akan menceritakan peristiwa/kejadian yang kemarin saya alami...