Showing posts with label Cerita Kecil. Show all posts
Showing posts with label Cerita Kecil. Show all posts

Perempuan adalah perhiasan Dunia

Perhiasan Dunia adalah wanita sholehah
Kali ini Si Uwa pergi ke rumah temannya. Ia berencana minta dianter untuk pergi suatu tempat.
Sesampainya dirumah temannya, tanpa basa-basi langsung si uwa bersama temannya ini pergi ke tempat tujuan. Namun setibanya ditempat tujuan, ternyata pemilik rumah sedang keluar kota.
Akhirnya mereka berdua pulang kembali. Setelah mengantarkan pulang temannya, si uwa tidak mampir dahulu dengan alasan ada keperluan lain. Dan memang si uwa langsung pergi ke warung kakaknya yang tidak jauh dari rumah temannya tersebut.

Hidup itu hanyalah persangkaan

Tidak menjamin banyak harta hidup bahagia
"treeenggggg", suara pesan mesenger facebook berbunyi di handphone Si Uwa.
"wa, sekarang ditunggu di rumah dinas SD di tegal", begitu pesan mesenger dari salah satu teman semasa Sekolah Menengah Atas Si Uwa.
"acara apa ?", balas Si Uwa. "kita kumpul, itung-itung reuni Alumni seangkatan kita", kurang lebih begitu balasan dari temannya.
Si Uwa berfikir sejenak dan bimbang karena kebetulan pada saat itu dia ada jadwal harus ke rumah temannya untuk mengurus kurikulum Madrasah, di jadwal yang lain teman Si Uwa ada yang ngajakin maen futsal. Si Uwa penggemar termasuk penggemar olahraga juga Badminton dan apalagi cabang olahraga sepak bola. Setelah berfikir dan bertanya kepada hatinya, akhirnya Si Uwa memutuskan untuk pergi menemui teman-teman semasa SMAnya.

Keegoanmu akan membinasakanmu

keegoanmu membinasakanmu
"jalan ke sebelah mana nih kita ?", tanya seorang supir bingung karena didepannya terdapat dua jalur jalan. kebetulan si supir baru pertama kali menginjakkan kakinya ke daerah tersebut.
"ke kiri kalo gak salah", terang salah satu penumpang.
"Bukan, Bukan ke kiri, tp ke kanan. seinget saya ke kanan", bantah penumpang yang lain setelah mengingat-ingat jalan yang pernah ia lalui setahun yang lalui.
Sudah rutinitas rombongan tersebut pergi ziarah ke Makam gurunya, namun semua penumpang gak hafal pasti jalan menuju makam gurunya tersebut, mereka semua hanya mengingat-ingat dan mengira-ngira jalan yang pernah ia lalui.

Cinta itu Anugerah-NYA

Bersyukurlah Jika masih memiliki rasa cinta
"Kenapa ya, kita harus bisa suka atau cinta ke seorang cewek yang belum tentu cowo lain suka ?", gumam Si Kemed sambil menikmati duduknya di atas jok motor yang sedang dijalankan oleh temennya, Si Uwa.
Kali ini Si Kemed nganter Si Uwa mengunjungi rumah seorang guru seksi kurikulum di salah satu sekolah Negeri di Kabupaten Subang.
"Terkadang kita suka ke cewek yang kata orang dia biasa-biasa aja, ga begitu cantik", lanjut gumam si Kemed.
"hehe... Itulah Cinta", Si Uwa yang asyik mengendarai kuda besinya sambil mendengar gumaman temennya tersebut.
"Cinta itu Anugerah-NYA. Bersyukurlah jika masih memiliki rasa cinta terhadap Makhluk-NYA.", Si Uwa menjelaskan sambil tersenyum, teringat akan dirinya sering mencintai seorang perempuan meskipun sering kandas alias ditolak. hehe.. (Maklum terlalu ganteng, pikirnya).
Akhirnya kuda besi Si Uwa sampai di tempat yang dituju, dan masuklah mereka berdua.

Kondisi Kehidupan diri seseorang menentukan kehidupan duniawinya

kehidupan seseorang tergantung kehidupan dirinya
"Akang pernah denger gak kalo pandangan masyarakat menilai anak-anak pabrik jelek-jelek akhlaknya ?, tanya teman Kang Yoga melalui suara udara setelah hampir dua jam teleponan.
"Owh yang itu, ya pernah denger, kebetulan saudara aku juga kerja di pabrik, jadi sedikit banyaknya tahu akhlak-akhlak karyawan pabrik gimana ", Jawab Kang Yoga ke temannya. "
Alhamdulillah, kosan ditempat aku kerja orang-orangnya pada baik-baik, ga seperti apa yang masyarakat nilai", teman Kang Yoga menjelaskan kondisi kehidupannya dikosan.
"Pasti, kenapa demikian ?, Kehidupan luar/dunia tergantung diri kita sendiri, jika diri kita baik maka kebaikanlah yang akan kita dapatkan, sebaliknya jika buruk maka keburukanlah yang akan menghampiri kita", ujar Kang Yoga sambil agak menasihati ke temannya. Kang Yoga termasuk orang yang religius, rajin ibadahnya, bisa dibilang ustadznya temen-temennya.


Kehidupan dunia yang sedang dijalani tergantung kehidupan diri kita dalam arti kondisi kepribadian kita. Jika kepribadian kita baik maka kebaikanlah yang akan kita terima, sebaliknya jika kepribadian kita buruk, keburukanlah yang akan kita dapatkan. 

Adakalanya Kebahagiaan adalah Ujian-NYA

Tidak selamanya ujian-NYA berbentuk kesedihan
"Mang dudung tolong kesini sebentar, saya minta tolong!", pinta Sang Majikan kepada pembantu rumah tangganya yang sedang asyik membersihkan halaman rumah.
"Iya Juragan, apa yang bisa saya bantu ?", tanya Sang Pembantu setelah menghampiri Sang Majikan. "Mang, setelah membersihkan halaman, tolong cuci mobil ya !" pinta lagi sang Majikan sembari mengangkat telunjuknya menunjuk pada salah satu mobilnya yang paling kotor setelah dipake off road.
"iya gan" jawab Mang Dudung dengan nada rada males. Karena biasanya yang membersihkan kendaraan-kendaraan Majikannya itu partner kerjanya, yaitu Mang Kumis. Kebetulan Mang Kumis lagi pulang ke rumahnya karena ada keperluan keluarga katanya.
Selesai membersihkan halaman rumah, Mang Dudung langsung mencuci mobil yang dimintai Majikannya. Dengan rasa malas, Mang Dudung mencucinya pun asal-asalan. Setelah selesai, Mang Dudung laporan ke Majikannya, kalo mobil yang diminta sudah bersih dan siap dipakai.

Kebahagiaan sejati tak terbatas ruang dan waktu

"Dimana Wa ? Kita ke Pak Deden ngasihin fotokopian prososal", begitu ajakan temannya si Uwa melalui sms. "Di rumah. ayo, sekalian ke Pak Sandi", balas Si Uwa demikian.
Si Uwa pun pergi nyamper temennya itu, Kemed nama panggilannya, nama aslinya mah gak jauh beda Andry, kalo pake logat inggris dibaca Endray. Kebiasaan anak muda manggil nama-nama temennya suka pake nama samaran/panggilan yang pasti memiliki sejarah kenapa bisa dipanggil demikian.
Awalnya nama Kemed ketika mondok di salah satu Pondok Pesantren ternama di daerah Tasikmalaya dikarenakan dia mirip alumnus Pondok tersebut. Nah disitu lah nama Kemed mulai dikenal, sampe temen-temen di tempat tinggal asalnya tahu nama panggilannya.
Begitupun dengan Si Uwa, bukan berarti dia udah tua atau kakak dari ortu Si Kemed tp memang panggilan di sekitar temen-temennya manggil demikian. Awalnya panggilan tersebut dari Sekolah Menengah Atas Si Uwa, karena kebiasaan Si Uwa suka ngeluarin kata-kata "BOA" maka jadi temen2 sekolahnya manggil "Wa" ngambil kata akhirnya aja. Temen-temen di kampung si Uwa tahu kalo panggilan disekolahnya di panggil "Wa". Sangat jauh dengan nama aslinya, feri. Kadang ada sebagian temennya yang manggil "fey", ada juga yang manggil "iveh" kadang kalo orang yang sedang gila suka manggilnya "rooney".. hehehe.. karena wajahnya sedikit mirip pemain sepakbola mencester yunaitid (kalo tulisan yang benernya mah Manchester United).

Memaksakan Kehendak akan berujung pada kekecewaan dan penyesalan

Jangan Memaksakan Kehendak
Jangan Memaksakan Kehendak

"Yah, Dede bantuin ya perbaiki motornya ?" Pinta Si Anak kepada Ayahnya yang sedang asyik otak-atik bagian starternya. "Boleh.." jawab Si Ayah dengan nada datar.
Si Anak pun sibuk bantu Ayahnya. Selang beberapa jam kemudian perbaiki motornya selesai.
"dah selesai sekarang mah, terima kasih ya dede dah bantuin Ayah" kata Si Ayah sembari menatap sayang kepada Anaknya tersebut. Si Anak mengangguk dan membalas senyuman ayahnya.
Kemudian Si Ayah mencoba menghidupkan motornya. Dan "cekeeesssssss..... cekeessceesssscessss..." terdengar suara starter motornya. "Alhamdulillah, jalan lagi nih starternya" Si Ayah terlihat senang karena servisnya berjalan dengan baik. Si Anak pun ikut senang mendengar starter motor Ayahnya jalan lagi.
Esoknya motor yang dipakai Ayahnya berangkat kerja, kali ini Si Ayah tanpa harus susah payah menghidupkan motornya dengan menginjak cangkolannya karena starter motornya sudah bisa jalan.
Sepulang dari kerja,

Gantungkan harapan pada-NYA

Jangan bergantung harapan pada selain-NYA
Gantungkan Harapan Pada-NYA
Cerita Si Ayah dan Si Anak masih berlanjut.
Kali ini Si Anak sudah mulai masuk ke Sekolah Dasar.
Sekolah pun sudah berjalan, satu hari, dua hari, satu minggu, dua minggu, bulan hingga sampai tak terasa Si Anak sudah menginjak ke kelas 4 SD. Dengan kata lain Si Anak sudah menginjak usia sekita 10an. Dan mulailah pemikiran dan keinginan Si Anak bermacam-macam, mulai dari sepatu pengen yang ini itu, sampe ke alat tulis pun pengen yang sesuai dengan keinginannya.
Kemudian muncullah keinginan Si Anak pengen punya sepeda agar berangkat dan pulang sekolah tidak terlalu cape, padahal jarak antara rumah ke sekolah tidak lebih dari 200 meter. Si Ayah pun memberikan apa yang Si Anak inginkan. Beberapa hari Si Anak merasa senang karena pergi dan pulang sekolah ga harus merasa cape dan pegal2 kaki disebabkan jalan kaki. Setelah beberapa minggu,

Dunia itu bersifat sementara

Dunia sifatnya fana
Dunia hanya bersifat sementara
Suatu ketika seorang anak minta mainan kepada ayahnya. "Yah, beliin dede mainan kaya ginian", pinta seorang anak sambil memperlihatkan sebuah gambar mainan. "Ya nanti dibeliin", Jawab Si Ayah kepada Anak kesayangannya itu. Esoknya Si Ayah membelikan mainan yang dimintai anaknya kemaren.
Si Anak merasa gembira karena Si Ayah menepati janjinya.
Setelah mainan yang dibelikan Ayahnya itu dipakai dan digunakan sebagaimana mestinya, dan rusaklah mainannya itu. Kemudian Si Anak melaporkan bahwa mainannya telah rusak dan pengen diganti dengan mainan yang baru dan berbeda dengan mainan yang kemaren dibeliin Ayahnya itu.
Karena Si Ayah sayang banget terhadap Anaknya tersebut, dibelikanlah mainan baru yang berbeda yang sesuai dengan permintaan anak.
Tidak lama setelah mainan yang kedua dibelikan Ayahnya, Si Anak meminta lagi mainan yang lain dengan alasan Si Anak sudah bosan dengan mainan yang kedua tersebut. Dan seterusnya meminta ganti lagi ganti lagi, sampai permintaannya pun tak terhitung. Hingga akhirnya Si Anak merasa heran dan bingung dengan permintaannya sendiri sebab apa-apa yang diberikan oleh Ayahnya ujung-ujungnya selalu merasa bosan atau rusak.
Si Anak mulai berfikir dan bertanyalah kepada Si Ayah. "Yah, kenapa ya setiap mainan yang dibeli Ayah ujung2nya kalo ga rusak pasti merasa bosan ?".
Si Ayah tersenyum mendengar pertanyaan anaknya tersebut. "Itulah namanya mainan Nak, Awalnya kamu akan merasa bahagia ketika mendapatkan apa yang kamu inginkan. Lama-lama kamu akan merasa bosan dengan sesuatu tersebut, atau rusak sesuatu yang kamu dapatkan itu. Karena Sifatnya Dunia tidak ada yang Kekal, semua bersifat fana/rusak dalam arti bersifat sementara".
"Lalu, Kenapa dunia bersifat sementara atau rusak ?" tanya Si Anak.
"Alloh Kasih Sayang terhadap hamba-NYA, DIA tidak ingin hamba-NYA terpesona/terperdaya oleh Keindahan Dunia. Maka DIA jadikan semua Makhluk bersifat Fana/rusak".
"Tujuannya apa dunia diciptakan fana Yah ?", Tanya lagi Si Anak penasaran maksud perkatan Ayahnya.
"Tiada lain tujuan Dunia/Makhluk diciptakan bersifat fana/sementara supaya kita sebagai hamba-NYA kembali pada-NYA. Menyadari bahwa tidak ada sesuatupun yang kekal di dunia ini selain ke-Mahakekalan Dzat-NYA. Untuk itu, kamu jangan terpesona atau bahkan tertipu oleh keindahan dunia sehingga kamu lupa kepada-NYA".
Si Anak terdiam dan mulai mengerti akan rasa keheranan oleh mainan yang dibelikan Ayahnya selalu ujung-ujungnya rusak atau merasa bosan.