Jagalah ucapanmu !!


Baik dan buruknya seseorang tergantung dari ucapannya.
Sebab ucapan adalah salah satu cerminan hatinya.
Jika Baik ucapannya maka baik pula hati & perilakunya.
Sebaliknya, Jika buruk ucapannya maka buruk pula hati & perilakunya.
Terkadang orang tidak pernah mempertimbangkan ucapannya.
Dengan mudahnya seseorang mengeluarkan kata-kata tanpa dipikir terlebih dahulu 
resiko dari dampak ucapannya tersebut.
Sehingga tidak sedikit yang terjerumus bahkan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri yang disebabkan oleh ulah ucapannya sendiri.
Mari kita sama-sama perbaiki dan jaga dengan baik kata-kata/ucapan yang akan kita keluarkan dari mulut kita, agar kita terhindar dari hal-hal yang mengakibatkan penyesalan. 

Hakikat Tujuan Hidup Manusia (part 2)

Hidup untuk Maha Hidup
Hidup di dunia bukan hanya untuk hidup semata, menjalani kehidupan, menikmati kesenangan, meratapi kesedihan dan sebagainya. Akan tetapi Hidup di dunia untuk Maha Hidup, menuju kesempurnaan.
Kebanyakan Manusia memaknai Hidup untuk memenuhi kehidupan, mencari isi perut, mati dan selesai. Tanpa mereka menyadari atau mengingat akan tujuan Hidup yang sebenarnya.
Memang benar, hidup di dunia memerlukan kebutuhan untuk keberlangsungan lahiriah. Namun hal itu, bukan tujuan pokok dari Hidup ini. Tujuan Hidup Manusia adalah Menuju "Sang Maha Hidup".
Ketika seseorang telah mencapai tujuan hidup sebenarnya berarti dia telah mencapai pada Kesempurnaan Hidup.
Marilah kawan, kita kembali untuk mengingat dan menyadari akan tujuan hidup sebenarnya. 

Hakikat Tujuan Hidup Manusia


Tujuan hidup manusia hakikatnya adalah untuk kembali kepada Sang Maha Khalik.
Sebagaimana perjanjian awal manusia di alam ruh. Bahwa manusia telah berjanji untuk tetap meng-Esa-kan Alloh Swt. Perjanjian ini telah tercantum dalam Q.S Al-A'raf : 172 yang artinya :
"Dan (ingatlah), Ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi merea dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) :"Bukankah Aku ini Tuhanmu ?" Mereka menjawab :"Betul (Engkau Tuhan kami), kami mng enjadi sakti". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan :"Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".
Dalam ayat ini, menjelaskan bahwa manusia telah berjanji untuk tetap berpegah teguh kepada Ke-Esa-an Tuhan Alloh Swt. Namun kenyataannya banyak yang mengingkari dan melupakan akan janji suci ini. Itu disebabkan tiada lain, terlalu besar cintanya terhadap dunia. Sehingga melupakan bahkan menutup dirinya dari perjanjian ini.
Marilah kita sama-sama memperbaiki hidup, dan mengingat kembali akan perjanjian kita sejak di Alam Ruh.